Promosi Diri

Nama : Rani Yuliani
NIM : D1815106
Prodi : Perpustakaan B

Mempromosikan diri

Nama saya adalah Rani Yuliani, biasa disapa “Rani”.Saya berjenis kelamin perempuan. Saya lahir di Sukoharjo pada tanggal 24 Juni 1997 tepatnya di kecamatan Polokarto. Saya dilahirkan oleh keluarga yang sederhana yang bahagia. Alhamdulillah saya masih memiliki Ayah dan Ibu. Ayah saya bekerja sebagai Buruh sedangkan Ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Selain itu saya juga memiliki seorang adik yang saat ini masih duduk di kelas 5 SD.
Pertama saya tinggal di dusun Jatisobo, dan pendidikan pertama saya disana adalah TK, saya besekolah di TK Pertiwi Jatisobo, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Kemudian, saya melanjutkan sekolah di MIM Jatisobo yang jaraknya dekat dengan rumah saya. MIM Jatisobo adalah sekolah dasar yang sangat berkualitas dilingkungan saya.
Pengalaman saya melakukan kegiatan organisasi adalah ketika SD saya pernah menjadi ketua regu pramuka. Dimana saya bertugas dalam mengatur , mengarahkan dan memimpin teman-teman yang lain. Disini saya juga belajar tanggung jawab sebagai pemimpin. Meskipun memimpin dan mengarahkan orang banyak adalah sesuatu yal yang sangat sulit tetapi saya selalu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik.
Dari semasa SD sampai SMA saya termasuk murid yang cukup cerdas dan pintar dalam setiap mata pelajaran, dengan dibuktikan masuk peringkat 5 besar. Untuk itu saya cukup bangga dengan apa yang telah saya raih selama ini. Semasa saya SD saya sering menjadi wakil sekolah dalam perlombaan antar tingkat SD satu kecamatan. Meskipun saya tidak selalu menjadi juara. Saya cukup bangga walaupun saya sendiri tidak menang, setidaknya mereka percaya terhadap saya menjadi wakil dari sekolah.

Lalu semasa saya SMP saya bersekolah di SMP favorit yaitu SMPN 1 Mojolaban selain itu saya juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuker Jurnalistik dan Vocal . Alasan kenapa saya memilih ekstrakulikuler jurnalistik karena saya sangat tertarik dengan dunia jurnalis, karena bagi saya dunia jurnalis itu selalu berusaha memberikan berita up todate yang akan disampaikan kepada masyarakat. Sedangkan ekstrakulikuer vocal saya ambil dengan alasan saya sendiri suka menyanyi. Saya juga pernah mengikuti paduan suara ketika ada even besar seperti HUT RI setiap tahunya.
Sedangkan masa SMA saya mengikuti ekstrakulikuler PMR ( Palang Merah Remaja ). Walaupun pada masa SMA saya tidak pernah mengikuti lomba, tetapi saya senang dari berbagai kegiatan yang saya ikuti saya memiliki banyak teman dan dapat bersosialisasi dengan teman-teman. Dan juga memperoleh berbagai ilmu didalam kegiatan ekstrakulikuker PMR.
Setelah lulus dari SMA pada tahun 2015. Saya mendapat banyak surat dari universitas-universitas swasta di Surakarta. Sebelum saya mendapatkan surat dari banyak universitas swasta saya terlebih dahulu mencoba untuk ujian masuk Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.
Awalnya saya sangat tertarik dengan dunia pertanian. Kemudian saya mendaftar di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, tapi mungkin Allah mempunyai kehendak lain. Saya tidak diterima di Fakultas Pertanian. Tapi, meskipun begitu saya tetap berusaha untuk melanjutkan pendidikan. Saya sempat bekarja agar bisa mengikuti UTUL D3. Dalam moto hidup saya “ Jika kita ingin maju jangan membebani orang lain, berusaha sendiri semampu kita”.
Saya akhirnya masuk di Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) dengan prodi Ilmu Perpustakaan jenjang Diploma 3 di Universitas Sebelas Maret Surakarta.Lebih bersyukurnya lagi saya berhasil memperoleh Beasiswa.Saya lolos di Prodi Imu Perpustakaan. Saya mengambil Jurusan Ilmu Perpustakaan karena saya ingin mempunyai pengetahuan lebih tentang dunia perpustakaan, apalagi saat ini perpustakaan semakin lama semakin berkembang dan modern.
Alasan lain kenapa saya memilih Prodi Ilmu Perpustakaan karena saya punya tekat untuk membangun citra pustakawan supaya lebih baik dan menunjukan bagaimana pustakawan juga bisa mendunia. Jurusan Ilmu Perpustakaan sendiri merupakan satu-satunya program studi yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja professional dalam bidang mengelola perpustakaan yang menjadikan perpustakaan sebagai objek kajianya, mulai dari kegiatan teknisi perpustakaan, managemen perpustakaan, bahkan aplikasi teknologi informasi di perpustakaan untuk menyebar luaskan informasi yang optimal. Disisni saya diajarkan tentang sejarah perpustakaan, tentang terbitan, web designer dan mengelola data base. Disini kita juga belajar dasar-dasar teknologi misalnya menggunakan computer, membangun instalasi jaringan, aplikasi pengolahan kata/angka, internet, deain web , otomasi dan lain-lain.
Selain memiliki kemampuan akademis. Saya juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang sekitar, dengan kemampuan ini saya yakin dapat membuat huhungan yang baik dengan klien. Saya adalah seorang yang rajin dan mau belajar, saya bias bekerja sama dengan orang lain.
Saya senang bekerja dalam tim dan saya juga dapat bekerja secara undividu. Saya sangat menghargai waktu dan selalu menepari waktu dalam kesempatan yang diberikan. Saya juga memiliki kecenderungan perfeksionis dalam setiap tugas saya, sehingga menjadikanya lebih memakan waktu untuk diselesaikan.
Kelebihan saya adalah saya mampu bekerja dibawah tekanan, mampu bekerja dalam tim maupun individu, saya sangat suka bekerja dengan banyak orang dan juga mampu menangani banyak orang ketika mereka memiliki masalah. Dan yang terakhir, saya peduli dengan orang-orang yang bekerja denagan saya.
Saya rasa, saya memiliki pendidikan yang memadai. Selain itu, saya selalu antusias mengenai apa yang saya lakukan. Ini akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perusahaan anda.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia Orde Baru

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA SETELAH ORDE BARU
Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas dari Azas – Azas Ilmu Politik
Pengampu : Dra. Praptining Utami M.I.Kom.DISUSUN OLEH:
RANI YULIANI
D1815106UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
D3 PERPUSTAKAAN 2015
i
KATA PENGATAR

Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmad dan hidayah-NYA, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA SETELAH ORDE BARU “ sesuai tepat waktu .
Adanya tujuan dalam membuat makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah Azas – Azas Ilmu Politik dan sebagai syarat pembelajaran.
Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat ini belum tentu sempurna. Masih ada kekurangan. Bahkan kata – kata yang ada di makalah ini masih ada kelemahan.
Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca begitu saya hargai dan saya terima, sebab untuk acuan saya dalam membuat makalah selanjutnya.
Akhir kata saya ucapkan terimaksih. Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi pembacanya.

Surakarta, 05 November 2015

Penyusun
Rani Yuliani

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. iii
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………….. 1
BAB II : PEMBAHASAN ………………………………………………………….. 2
A. Perkembang demokrasi di Indonesia ……………………………………………… 2
B. Sistem demokrasi setelah tumbangnya orde baru ……….………………………… 5
C. Peran amandemen UUD 1945 ………………..…………………………………….. 6
BAB III : PENUTUP ………………………………………………………….. 7
A. Kesimpulan ………………………………………………………….. 7
B. Daftar pustaka ………………………………………………………….. 7

iii

BAB 1
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
DemokrasiYunani berasal dari 2 kata yaitu demos dan kratos/kratein. Demos yang berarti rakyat dan kratos/kratein berarti kekuasaan/berkuasa. Jadi dapat kita simpulkan demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan yang di wakilkan oleh para wakil rakyatyyang ada di parlemen. Melalui demokrasi, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.Konsep dasar demokrasi memang berpegang pada rakyat yang berkuasa (government by the people).
Pada dasarnya demokrasi merupakan tonggak suatu negara, sebab tanpa adanya demokrasi suatu negara tidak akan dapat berkembang denggan baik. Demokrasi mampu menciptakan suatu negara yang maju dan berkembang dengan baik. Demokrai pada dasarnyasudah ada sejak abad ke – 19, akan tetapi di abad ke – 15 dan abad ke – 16 demokrasi sudah mulai berkembang di Eropa Barat.
Demokrasi yang dianut di Indonesia adalah demokrasi berdasarkan pancasila, masih dalam taraf perkembangan dan mengenai sifat – sifat dan ciri – cirinya terdapat berbagai tafsiran dan pandangan. Tetapi yang tidakboleh disangkal ialah bahwa beberapa nilai pokok dari dari demokrasi konstitusional cukup jelas tersirat didalam Undang Undang Dasar 1945 yang belum di amandemen.

1
BAB II
PEMBAHASAN
1.Perkembang demokrasi di Indonesia
Perkembang demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut.Selama 70 tahun berdirinya Republik Indonesia ternyata masalah pokok yang kita hadapi ialah bagaimana dalam masyarakat yang beraneka ragam pola budayanya, mempertinggi tingkat kehidupan ekonomi disamping membina suatu kehidupan sosial dan politik yang demokratis. Pada pokonya masalah ini berkisar pada penyusunan suatu sistem politik dimana kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi serta nation building dengan partisipasi rakyat seraya menghindarkan timbulnya diktator, apakah diktator ini bersifat perorangan, partai ataupun militer.
Dipandang dari sudut perkembangan demokrasi sejarah Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu :

a. Masa Republik Indonesia I (1945-1959) yaitu masa demokrasi (konstitusional) yang menonjolkan peranan parlemen serta partai-parttai dan yang karena itu dapat dinamakan Demokrasi Parlementer.

b. Masa Republik Indonesia II (1959-1965) yaitu masa Demokrasi Terpimpin yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional yang secara formal merupakan landasanya dan menunjukkan beberapa aspek demokrasi rakyat.

c. Masa Republik Indonesia III (1965-1998) yaitu masa Demokrasi Pancasila yang merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan sistem presidensial.

d. Masa Republik Indonesia IV (1998-sekarang) yaitu masa reformasi yang menginginkan tegaknya demokrasi di Indonesia sebagai koreksi terhadap praktik-praktik politik yang terjadi pada masa Republik Indonesia III.

2
Demokrasi konstitusional atau sering disebut demokrasi parlementer ditetapkan pada Undang – Undang Dasar 1950. Dimana badan eksekutif yang terdiri atas presiden sebagai kepala negara konstitusional dan menteri –menterinya mempunyai tanggung jawab politik. Umunya kabinet dalam masa pra pemilihan umum yang diadakan pada tahun 1955 tidak dapat bertahan lama dari rata – rata 8 bulan, dan hal ini menghambat perkembangan ekonomi dan politik oleh karena pemerintah tidak mendapat kesempatan untuk melaksanakan progamnya. Pada pemilu tahun 1955 tidak membawa stabilitas yang diharapkan, bahkan tidak dapat menghindarkan perpecahan yang paling gawat antara pemerintah pusat dan beberapa daerah. Disamping itu ternyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelensi politik. Faktor – faktor semacam yang mendorong ir. Soekarno sebagai presiden untuk mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli yang menentukan berlakunya Undang – Undang Dasar 1945 dan berakhirnya sistem demokrasi parlementer.
Demokrasi terpimpin mempunyai ciri, diantaranya ciri periode ini adalah dominasi dari presiden, terbatasnya peranan partai politik, berkembangnya pengaruh komunis, dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur politik. Dalam demokrasi Terpimpin, apabila tidak terjadi mufakat dalam siding DPR, maka permasalahn itu diserahkan kepada Presiden sebagai pemimpin besar revolusi untuk diputuskan sendiri (Peraturan Tata Tertib Presiden No. 14 tahun 1960 dalam hal anggota DPR tidak mencapai mufakat). Dengan demikian rakyat atau wakil rakyat yang duduk dalam lembaga legislative tidak mempunyai peranan yang penting dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin. Akhirnya pemerintahan orde lama beserta demokrasi terpimpinya jatuh setelah peristiwa G-30-S/PKI tahun 1965 dengan diikuti krisis ekonomi yang cukup parah.

3
Demokrasi pancasila merupakan demokrasi yang berlandasan pada pancasila, UUD 1945, serta ketetapan – ketetapan MPRS.
 Adapun system pemerintahan Demokrasi Pancasila sebagai berikut :

 Indonesia ialah negara yang berdasarkan hokum
 Indonesia menganut sistem konstitusional
 Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi
 Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
 Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
 Menteri Negara adalah pembantu presiden, Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR
 Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

 Tugas Demokrasi terpimpin :
Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yang tidak setabil sebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebih mantap/stabil. Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap Demokrasi Parlementer/Liberal. Hal ini disebabkan karena : Pada masa Demokrasi parlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara. Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai.
Demokrasi yang diterapkan Negara kita pada era reformasi ini adalah demokresi Pancasila, tentu saja dengan karakteristik tang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi perlementer tahun 1950-1959. Pertama, Pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya. Kedua, ritasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampi pada tingkat desa. Ketiga, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. Keempat, sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.

4
2. Sistem demokrasi setelah tumbangnya orde baru
Setelah tumbangnya orde baru yang membuka peluang terjadinya reformasi politik dan demokratisasi di Indonesia. Pengalaman orde baru mengajarkan kepada bangsa Indonesia bahwa pelanggaran terhadap demokrasi membawa kehancuran bagi negara dan penderitaan rakyat. Oleh karena itu bangsa Indonesia bersepakat untuk sekali lagi melakukan demokratisasi, yakni proses pendemokrasian sistem politik Indonesia sehingga kebebasan rakyat terbentuk, kedaulatan rakyat dapat ditegakkan dan pengawasan terhadap lembaga eksekutif dapat dilakukan oleh lembaga wakil rakyat (DPR). Presiden Habibie yang dilantik untuk menggantikan presiden Soeharto dapat dianggap sebagai presiden yang akan memulai langkah – langkah demokratisasi dalam Orde Reformasi. Langkah terobosan yang dilakukan dalam proses demokratisasi adalah amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR hasil pemilu 1999 dalam empat tahap selama empat tahun (1999 – 2002). Langkah demokratisasi berikutnya adalah pemilihan umum untuk memilih kepala daerah secara langsung (pilkada) yang diatur dala UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.
Amandemen UUD 1945, terutama yang berkaitan dengan kelembagaan negara, khususnya adanya perubahan terhadap aspek pembagian kekuasaan dan aspek sifat hubungan antar lembaga-lembaga negaranya, dengan sendirinya mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap model demokrasi yang dilaksana-kan dibandingkan dengan model Demokrasi Pancasila di era Orde Baru. Dalam masa pemerintahan Habibie inilah muncul beberapa indicator kedemokrasian di Indonesia. Pertama, diberikannya ruang kebebasan pers sebagai ruang publik untuk berpartisipasi dalam kebangsaan dan kenegaraan. Kedua, diberlakunya system multi partai dalam pemilutahun 1999.

5
3. Peran amandemen UUD 1945
Peran amandemen UUD 1945 sangat berpengaruh dalam sistem pemilu saat ini. Seperti halnya mampu menghasilkan pemerintah yang demokratis. Amandemen UUD 1945 juga memperkenalkan pemilihan umum untuk memilih presiden dan Wakil Presiden secara langsung pada tahun 2004. Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya.Jika dalam Pilpres didapat suara >50% jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari separuh jumlah provinsi Indonesia, maka dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Jika tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, maka pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres mengikuti Pilpres Putaran Kedua. Pasangan yang memperoleh suara terbanyak dalam Pilpres Putaran Kedua dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih.
Sistem pemilu saat ini menjadi tonggak paling penting karena terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang didahului oleh terpilihnya anggota-anggota DPR, DPD (Dewan Perwakilan Daerah) dan DPRD telah menuntaskan demokratisasi di bidang lembaga-lembaga politik di Indonesia. Dengan adanya perubahan-perubahan diatas, demokrasi di Indonesia telah mempunyai dasar yang kuat untuk berkembang.
Setelah terjadi amandemen, Sistem Pemerintahan Indonesia mengalami perubahan pokok-pokok kunci pemerintahan, yaitu :
1. Bentuk Negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. Wilayah Negara terbagi menjadi beberapa prvinsi.
2. Bentuk pemerintahan adalah Republik.
3. Sistem pemerintahan adalah presidensial.
4. Presiden adalah kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.
5. Kabinet atau menteri diangkat leh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.
6. Parlemen terdiri atas dua (bikameral), yaitu DPR dan DPD.
7. Kekuasaan yudikatif dijalankan leh mahkamah agung dan badan peradilan di bawahnya.

6
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa demokrasi di Indonesia ada setelah orde baru berakhir. Akan tetapi tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan karena sendi-sendi kesejahteraan rakyat Indonesia tidak tersentuh secara langsung dan signifikan oleh proses pendemokrasian. Di dalam demokrasi itu sendiri mulai diadakannya pemilu yang dipilih langsung oleh rakyat pada tahun 2004. Amandemen UUD 1945, terutama yang berkaitan dengan kelembagaan negara, khususnya adanya perubahan terhadap aspek pembagian kekuasaan dan aspek sifat hubungan antar lembaga-lembaga negaranya, dengan sendirinya mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap model demokrasi yang dilaksanakan dibandingkan dengan model Demokrasi Pancasila di era Orde Baru. Mulai adanya demokrasi rakyat mampu menggunakan hak nya dalam menyampaikan pendapat secara bebas.

B.Daftar pustaka
1. Buku dasa – dasar ilmu politik oleh Prof. Mariam Budiardjo
2. http://www.achmadyusron.my.id/2013/06/Sistem-Pemerintahan-Indonesia-Sebelum-dan-Sesudah-Amandemen.html
3. https://rafyqalkandy.wordpress.com/2013/10/15/evaluasi-perjalanan-reformasi-di-indonesia/
4. http://www.sridianti.com/penyebab-keruntuhan-orde-baru.html
5. . http://zainalimronhidayat07.blogspot.co.id/2013/07/demokratisasi-pasca-reformasi-tidak.html?m=1

EFISIENSI SEBUAH IKLAN

EFISIENSI SEBUAH IKLAN

Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas Azaz-azaz Ilmu Komunikasi
Pengampu: Dra. Wahyuning Chumaeson, MSi
Disusun Oleh :
Rani yuliani (D1815106)
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
D3 PERPUSTAKAAN 2015

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ATAS kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Masyarakat Informasi. Kami juga berterimakasih kepada Ibu. Dra.Wahyuning Chumaeson,MSi selaku mata kuliah Azas-azaz Ilmu Komunikasi UNS yang telah memberikan tugas kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Efisiensi Sebuah Iklan. Kami juga menyadari bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan. Karena itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi memperbaiki makalah yang kami buat.
Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Sebelumya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Surakarta, 14 Oktober 2015

Penyusun
Rani Yuliani

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. iii
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah ………………………………………………………….. 2
C. Tujuan ….. …………………………………………………………….. 2
D. Manfaat …… ………………………………………………………….. 2
BAB II : PEMBAHASAN ………………………………………………………….. 3
A. Pengerian Iklan.. ………………………………………………………. 3
B. Menilai kualitas sebuah iklan…….. ……………………………………… 4
BAB III : PENUTUP ………………………………………………………….. 14
A. Kesimpulan ……………………………………………………………. 15
B. Saran…………………………………………………………………… 15
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 15

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Iklan merupakan suatu bentuk komunikasi massa melalui berbagai media massa yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi non profit dan individu-individu yang teridentifikasi dalam pesan periklanan dengan maksud memberi informasi atau mempengaruhi pemirsa dan golongan tertentu bentuknya dapat berupa tulisan, gambar, film, ataupun gabungan dari keseluruhan unsur tersebut. Urat nadi kehidupan televisi (swasta) terletak pada iklan. Tanpa iklan, mustahil sebuah televisi mempertahankan eksistensinya.
Seiring perkembangan dunia yang pesat, kondisi pasar sekarang ini telah membawa pengaruh terhadap strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan dalam menawarkan dan memasarkan produk mereka. Bergulirnya waktu kewaktu konsumen semakin selektif terhadap segala bentuk produk yang diinginkan dengan melalui informasi yang tersedia. Oleh sebab itu, perusahaan harus pintar dalam memilih cara yang tepat untuk menginformasikan produk perusahaanya agar masyarakat merasa tertarik.
Berbagai usaha dilakukan perusahaan-perusahaan agar menarik perhatian konsumen mulai dari menawarkan barang melalui surat kabar hingga televisi . Iklan di televisi memiliki kelebihan unik dibandingkan dengan iklan di media cetak. Kelebihan iklan televisi memungkinkan diterimanya tiga kekuatan generator makna sekaligus, yakni narasi, suara dan visual. Ketiganya kemudian membentuk sebuah sistem pertandaan yang bekerja untuk mempengaruhi penontonnya. Dari ketiganya, iklan televisi bekerja efektif karena menghadirkan pesan dalam bentuk verbal dan nonverbal sekaligus. Sebagai sistem pertandaan, maka iklan sekaligus menjadi sebuah bangunan representasi. Iklan tidak sematamata merefleksikan realitas tentang manfaat produk yang ditawarkan, namun seringkali menjadi representasi gagasan yang terpendam di balik penciptanya. Persoalan representasi ini yang kemudian lebih menarik, karena di dalam iklan sebuah makna sosiokultural dikonstruksi.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian Iklan ?
2. Bagaimana cara menarik perhatian konsumen tanpa menjatuhkan produk lain ?

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah mengetahui pengertian akan iklan dan tidak menjelek-jelekan produk lain.

D. Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah untuk tidak saling mejatuhkan dari produk-produk lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Iklan
Sebelum menjawab dari beberapa rumusan masalah tersebut, maka dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian iklan. Dalam Edward (2011: baris 3) merinci arti dari iklan menurut beberapa para ahli, yaitu :
1. Menurut Kotler (1999):
Iklan adalah segala macam bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa non-personal yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2. Menurut Wells (1992):
Periklanan adalah komunikasi non-personal yang dibayar oleh pihak sponsor yang menggunakan media massa untuk membujuk dan mempengaruhi audience.
3. Menurut Rhenald Kasali (1992):
Iklan didefinikan sebagi pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan untuk masyarakat melalui suatu media. Beda dengan pengumuman biasa, iklan lebih membujuk orang untuk membeli.
4. Menurut PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia):
Periklanan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa dan ditujukan untuk sebagian atau seluruh masyarakat.
5. Menurut Dunn & Barban (1996):
Periklanan adalah komunikasi non-personal melalui beragam media yang dibayar oleh perusahaan, organisasi non-profit dan individu-individu dengan menggunakan pesan iklan yang diharapkan dapat menginformasikan atau membujuk kalangan tertentu yang membaca pesan tersebut.
6. Menurut Russel & Lane (1990):
Suatu pesan yang dibayar oleh sponsor dan disampaikan melalui beberapa medium komunikasi massa.
7. Menurut Gilson & Berkman (1980):
Iklan merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran.
B. Syarat-Syarat Iklan
Dalam kumpulan istilahcom (2010: baris 4), syarat-syarat iklan adalah sebagai berikut :
1. Bahasa Iklan
a. menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi iklan
a. objektif dan jujur
b. singkat dan jelas
c. tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
d. menarik perhatian banyak orang.
C. Fungsi Iklan
Shimp dalam Apriadi (2009: baris 31) iklan sangat penting karena memiliki fungsi komunikasi yang kritis, yaitu:
1. Menginformasikan
Iklan membuat konsumen sadar akan adanya produk baru, memberikan informasi mengenai merk tertentu, dan menginformasikan karakteristik serta keunggulan suatu produk. Pada tahap awal dari kategori produk, iklan sangat diperlukan untuk membangun permintan primer (kotler). Iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien karena mampu meraih khalayak luas dengan biaya yang relativ rendah.
2. Membujuk
Tujuan ini sangat penting pada tahap persaingan, dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu. Beberapa iklan menggunakan comparative advertising yang memberikan perbandingan atribut dari dua atau lebih merk/produk secara eksplisit.
Iklan yang efektif akan membujuk konsumen utnuk mencoba menggunakan/mengkonsumsi suatu produk. Kadang-kadang iklan dapat mempengaruhi permintaan primer yang membentuk permintaan untuk seluruh kategori produk. Seringkali iklan ditujukan untuk membangun permintaan sekunder yaitu permintaan untuk merk perusahaan tertentu.

3. Mengingatkan
Iklan dapat membuat konsumen tetap ingat pada merk/produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu. Maka konsumen tersebut akan menjadi kandidat pembeli. Iklan dengan tujuan mengingatkan ini sangat penting untuk produk matang.
4. Memberikan Nilai Tambah
Iklan memberikan nilai tambah terhadap produk dan merk tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.
5. Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.

C. Menilai Kualitas Sebuah Iklan

Penanyangan suatu iklan pada ruang public seharusnya menyadarkan diri pada prinsip utama serta fungsi utama sebuah iklan. Tentunya kita telah mengetahui bahwa iklan telah berfungsi sebagai alat inovatif. Iklan yang sesuai bisnis adalah iklan yang penyampaianya kepada masyarakat sesuai dengan kebenaranya. Oleh karena itu perusahaan berbondong-bondong membuat iklan yang menarik.

Cara menarik perhatian konsumen salah satunya adalah dengan menyajikan suatu iklan yang unik, mulai pemain yang dipakai hingga ide-ide kreatif yang digunakan untuk mempromosikan iklan tersebut sehingga masyarakat akan mudah mengenali produk tersebut bukan dengan menjatuhkan produk lain agar barang yang dipromosikan mudah melejit atau mudah dikenal masyarakat.
Ada beberapa iklan yang dianggap mengejek produk lain yang sejenis dengan produk mereka dengan cara menyindir (berupa kata-kata), menampilkan gambar produk lain (dengan sedikit disamarkan ), merendahkan produk saingannya (dengan cara mengutip kata-kata dari iklan produk tersebut). Bahkan ada beberapa iklan yang merendahkan produk saingannya secara jelas pada iklan mereka. Sebaiknya perusahaan/ orang yang akan membuat iklan dapat memikirkan ide yang lebih kreatif untuk mempromosikan produk/jasa sainganya. Beberapa konsumenpun ketika melihat iklan yang saling menjatuhkan, terkadang mereka malah mencelanya, bukanya malah bersimpati. Sebenarnya tanpa saling menjatuhkanpun, iklan yang menarik dan pas porsinyapun konsumen justru malah menjadi penasaran dan ingin membelinya, dan jika iklanya lebih beretika serta memandang norma yang ada di Indonesia ini , perusahaan dan produk pun malah mendapat pandangan yang negative sebenarnya malah merugikan perusahaan itu sendiri. Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis membuat kepriahatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Didsadari atau tidak, para pengusaha yang tidak akan menghancurkan nama mereka sendiri dan Negara.
Salah satu contoh iklan ditelevisi yang menurut saya melanggar etika bisnis adalah iklan produk “Bintang Tjoedjoe Masuk Angin” didalam iklan tersebut ada seorang teman marketer mengucapkan kalimat itu saat diminta pendapatnya mengenai strategi iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin (BTMA) dalam menyerang market leader, Tolak Angin. Kesimpulan pendek itu tampaknya tidak terlalu salah. Mari kita putar lagi cuplikan kalimat Butet Kertaradjasa dalam iklan pertama saat BTMA diluncurkan pertengahan 2012 lalu.

“Saya ini beruntung alias bejo. Orang malas kalah sama orang pintar. Orang pintar kalah sama orang bejo. Meski bejo harus kerja, bisa-bisa masuk angon loh. Masuk angin minum Bintang Toedjoe Masuk Angin. Aroma terapinya langsung hangat, angin langsung minggat. Istriku senang, lha bejoku gueede. Orang bejo lebih untung dari orang pinter.”
Kalau melihat dari iklan itu Nampak sekali suatu emosional yang ditonjolkan dan tidak menampakan nilai etika dan edukasi sama sekali. Berikut di jabarkan” Orang pintar kalah sama orang bejo “ Nampaknya kalimat tersebut jelas ingin menyindir saingan produk mereka, Tagline “Orang bejo lebih beruntung dari orang pintar” jelas sekali menyasar Tolak Angin Sidomuncul yang mengusung tagline “Orang pintar minum Tolak Angin.” Tampak jelas, BTMA berusaha memanfaatkan ’kelemahan’ tagline Tolak Angin yang mengharuskan konsumen ‘pintar’ dulu hanya untuk sembuh dari masuk angin. BTMA seakan-akan ingin bilang bahwa produknya bisa menyembuhkan semua orang yang masuk angin, tidak peduli dia pintar atau tidak.
Dari poin-poin diatas nampak sekali kalau nilai-nilai emosi yang sangat ditonjolkan dalam iklan tersebut. Sehingga, dimana fungsi iklan sebagai informasi terhadap masyarakat tidak nampak dan tidak memberikan nilai edukasi apalagi hiburan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Iklan yang sesuai dengan etika bisnis adalah iklan yang penyampaianya kepada masyarakat sesuai dengan kebenaranya. Di Indonesia khususnya terdapat permaslahan-permasalan dalam dunia periklanan terutama menyangkut iklan yang tidak mendidik, iklan yang cenderung menjelek-jelekan produk lain agar produk yang dimiliki perusahaan tersebut dikenal dan digemari oleh masyarakat luas.

B. Saran

Iklan yang kreatif, harusnya dapat memikat hati konsumen untuk mengkonsumsi produknya dengan cara-cara yang menarik, santun, tidak membodohi, tidak membohongi, dan tentunya dapat menunjukan kelebihan produk tanpa harus membandingkan apalagi dengan cara menjatuhkan kompetitornya. Kedepanya iklan komparatif ini memang layak untuk disoroti bersama, baik dari pihak produsen, pembuat iklan, maupun masyarakat yang menjadi konsumen agar tidak ada yang merasa dirugikan atau dibohongi.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://ramakertamukti.wordpress.com/2009/01/05/perang-iklan-yang-enggak-kreatif/
2. Aimanbloger.blogspot.com.com/2012/11/bisnis-yang-tidak-beretika.html?m=1
3. Ekoputerasampoerna.blogspot.com/2012/11/makalah-iklan.html?m=1
4. https://alipnugroho.wordpress.com/2013/07/01/makalah-iklan/

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA, SISTEM DEMOKRASI PASCA ORDE BARU DAN PERAN AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA, SISTEM DEMOKRASI PASCA ORDE BARU DAN PERAN AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945
Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas Take Home Exam
Pengampu: Dra.Praptining Utami, M.I.Kom
Disusun Oleh :
Rani yuliani (D1815106)

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
D3 PERPUSTAKAAN 2015

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ATAS kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Perkembangan Demokrasi Indonesia, Sistem Demokrasi Pasca Orde Baru dan Peran Amandemen Undang-undang Dasar 1945 juga berterimakasih kepada Ibu.Dra.Praptining Utami, M.I.Kom selaku mata kuliah Azas-azas Ilmu Politik UNS yang telah memberikan tugas kepada saya.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai . Saya juga menyadari bahwa didalam makala Perkembangan Demokrasi Indonesia, Sistem Demokrasi Pasca Orde Baru dan Peran Amandemen Undang-undang Dasar 1945 ini terdapat kekurangan. Karena itu, saya berharap adanya kritik dan saran demi memperbaiki makalah yang saya buat.
Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Sebelumya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Surakarta, 6 November 2015

Penyusun
Rani Yuliani
ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. iii
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………….. 1

BAB II : PEMBAHASAN ………………………………………………………….. 2
A. Perkembangan Demokrasi di Indinesia. ………………………………………. 2
B. Sistem Demokrasi di Indonesia Pasca Orde Baru…….. …… ………………… 5
C. Peran Amandemen UUD 1945………………………………………………… 6
BAB III : PENUTUP ……………………………………………………………… 7
A. Kesimpulan ……………………………………………………………………. 7
B. Saran…………………………………………………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………. 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Demokrasi adalah pemerintahan rakyat, maksudnya pemerintahan memberi kekuasaan dan wewenang kepada rakyat, semua keputusan berdasarkan atas suara rakyat. Jadi, Demokrasi Indonesia adalah pemerintahan yang mana system ini berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Kesadaran akan pentingnya demokrasi sangatlah penting. Hal ini dapat dilihat contohnya dari peran rakyat Indonesia yang dalam melaksanakan Pemilihan Umum. Walaupun masih terjadi banyak pertanyaan mengenai penilaian masyarakat yang cenderung masih subyektif.
Budaya demokrasi telah lama berkembang di masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Demokrasi telah berkembang didaerah misalnya adanya rembug desa, musyawarah adat dan pemutusan peraturan. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia berkembang dari masa ke masa. Hal itu dipengaruhi oleh keadaan bernegara dan juga keadaan politik yang terjadi di Indonesia. Demokrasi yang memiliki cangkupan lebih luas ini nyata diterapkan ketika adanya masalah yang terjadi dalam kehidupan bernegara.
Dan perkembangan yang ada di Indonesia mengenai demokrasi didasari dengan berbagai kemajuan yang ada di masyarakat. Dan hal itu mempengaruhi pemerintahan di Indonesia. Demikian pula dengan kebijakan yang disahkan oleh pemerintah serta presiden pada khususnya.

1
BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut. Selama 25 tahun berdirinya Republik Indonesia ternyata masalah pokok yang kita hadapi adalah bagaimana, dalam masyarakat yang beraneka ragam pola budayanya, mempertinggi tingkat kehidupan ekonomi disamping membina suatu kehidupan social dan politik yang demokratis. Pada pokok masalah ini berkisar pada penyusunan suatu system politik dimana kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi serta nation building, dengan partisipasi rakyat seraya menghindarkan timbulnya dictator, apakah dictator ini bersifat perseorangan, partai, ataupun militer.
Dipandang dari sudut perkembangan demokrasi sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi 4 masa, yaitu:
1. Masa Republik Indonesia I (1945-1959)
Yaitu Masa Demokrasi (konstitusional) yang menonjolkan peranan parlementer serta partai-partai dan yang karena itu dapat dinamakan Demokrasi Parlementer. Pada masa ini Presiden sebagai lambing atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala Eksekutif. Masa demokrasi ini peran parlemen, akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal karena :
• Dominanya partai politik
• Landasan social ekonomi yang masih lemah
• Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950
Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :
• Bubarkan konstituante
• Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950
• Pembentukan MPRS dan DPAS

2
2. Masa Republik Indonesia II (1959-1965)
Yaitu masa Demokrasi Terpimpin yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional yang secara formal merupakam landasanya, dan menunjukan beberapa aspek demokrasi rakyat. Cirri-ciri Demokrasi ini adalah :
• Dominasi Presiden
• Terbatasnya peran politik
• Berkembangnya pengaruh PKI

3. Masa Republik Indonesia III (1965-1998)
Yaitu Masa Demokrasi Pancasila yang merupakan demokrasi konsitusional yang menonjolkan system presidensial. Tumbangnya demokrasi terpimpin di gantikan oleh era baru yang disebut Orde Baru. Dengan titik tolah dari pemberontakan G30SPKI. Terjadinya titik kulmanasi dari pertarungan atau perebutan kekuasaan. Kudeta yang dilakukan PKI berdampak besar pada perpolitikan di Indonesia. Pemberontakan yang gagal tersebut akhirnya berdampak pada tersisihnya PKI dalam bursa kekuasaan yang ada.
Walau pada awalnya tidak ada perubahan substansi dari kehidupan politik di Indonesia antara Orde Baru. Namun seiring dengan munculnya pelita IV atau memasuki permulaan 1990-an hal tersebut menjadi berubah. Pada periode ini terjadi penyimbangan pada demokrasi yang dilaksanakan. Banyak hal yang menyimpang contohnya rotasi kekuasaan dan kepemimpinan yang dan pemilu yang masih jauh dari semangat demokrasi. Dengan ini Soeharto tumbang, dan seiring dengan kecaman dan terjadinya revolusi di Indonesia yang diawali dengan tumpahnya darah mahasiswa dan terjadinya pertikaian besar di Jakarta dan kota besar serta bukan hanya perpolitikan namun sosial dan terjadi guncang ekonomi. Pada situasi ini pemerintah membuat keputusan besar yaitu turunnya Soeharto dari kusri kepemimpinan hal ini menjadi akhir dari orde baru menjadi reformasi.
3
4. Masa Republik Indonesia IV (1998-sekarang)
Yaitu Masa Reformasi yang menginginkan tegaknya demokrasi di Indonesia sebagai koreksi terhadap praktik-praktik politik yang terjadi pada masa Republik Indonesia III. Apabila pada masa Orde Baru diwarnai dengan dominansi peran presiden dan lemahnya peran lembaga-lembaga yang lain, di era reformasi tampak peran yang proporsional di antara lembaga yang ada di negara. Termasuk pada kebebasan masyarakat untuk mengungkapkan pendapat dan melakukan kegiatan berkelompok .pada beberapa indikator yang telak disebutkan mengacu pada sebuah reformasi pemerintah . secara langsung dapat dikatakan bahwa pemerintah lebih akuntable dibandingkan dengan sebelumya dimana setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dituntut pertanggung jawabannya oleh rakyat.

Rotasi kepemimpinan juga berjalan dengan baik. Walaupun masih terjadi kekurangan di berbagai sudut lini. Demokrasi yang ada cenderung lebih baik dan mengalami kemajuan. Dengan demikian, Indonesia melaksanakan demokrasi Pancasila secara baik dengan modernisasi pemerintahan yang jauh lebih baik dari masa sebalumnya. Hal ini sangat berkaitan dengan kehidupan perpolitikan yang akan semakin ramai dengan berbagai keputusan yang berpihak antar masyarakat.

4
Sistem Demokrasi di Indonesia Pasca Orde Baru
Setelah tumbangnya system pemerintahan pada orde baru maka Indonesia berganti system pemerintahan. Yang lebih dikenal dengan Masa Reformasi baik itu reformasi politik maupun reformasi demokratisasi.pengalaman yang diperoleh pada masa orde baru apabila kita melakukan pelanggaran terhadap demokrasi maka yaitu kehancuran bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan pengalaman ini, maka bangsa Indonesia pada masa itu sepakat untuk sekali lagi melakukan demoratisasi, yaitu sebuah proses pendemokrasian system politik di Indonesia sehingga terbentuk kebebasan rakyat, kedaulatan rakyat yang harus ditegakan, dan pengawasan terhadap lembaga eksekutif yang dilakukan oleh lembaga wakil rakyat (DPR).
Presiden Habibie yang dianggap sebagai presiden pengganti presiden Soeharto mengambil langkah-langkah untuk untuk mengatasi kegagalan pada masa Orde Baru. Langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Habibie diantaranya adalah mempersiapkan pemilihan umun (pemilu) dan melakukan beberapa langkah penting dalam demokratisasi. Undang-undang yang meliputi UU Partai Politik, UU Pemilu dan UU Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD yang disahkan pada tahun 1999. UU Politik pada masa kini jauh lebih demokratis bahkan hingga diakui oleh dunia Internasional. Pada masa Reformasi ini juga terjadi demokratisasi yang tidak kalah pentingnya yaitu penghapusan dwifungsi ABRI atau yang saat ini adalah TNI (Tentara Nasional Indonesia) dihilangkan, berikut ini adalah dwifungsi ABRI yaitu:
• Menjaga keamanan dan ketertiban Negara dan kedua pemegang kekuasaan, dan mengatur Negara
• Digunakan untuk membenarkan militer dalam meningkatkan pengaruhnya dipemerintaha Indonesia, termasuk kursi di parlemen hanya untuk militer, dan berada diposisi teratas dalam pelayanan public nasional secara parlemen. Fungsi pertahanan adalah satu-satunya fungsi yang dimiliki TNI semenjak reformasi internal TNI tersebut.
5
Selain itu,proses demokratisasi yang dilakukan pada masa pemerintahan presiden Habibie yang lain adalah dilakukanya Amandemen UUD’45 yang dilakukan oleh MPR hasil pemilu dalam 4 tahun. Langkah demokatisasi selanjutnya adalah pemilihan umum (pemilu) yang dilaksanakan untuk memilih kepala daerah secara langsung (pilkada).

Peran Amandemen Undang-Undang Dasar 1945

Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) Legislatif dan pemilihan Presiden pada tahun 2004 adalah tonggak sejarah politik dalam sejarah Politik Indonesia modern. Karena presiden dan wakil presiden yang terpilih didahului oleh terpilihnya DPR,DPD, dan DPRD yang mana hal ini merupakan pertanda bahwa demokratisasi dibidang lembag-lembaga politik di Indonesia telah tuntas.
Peranan DPR sebagai lembaga Legislatif diperkuat, semua anggota DPR dipilih melalui pemilu, pengawasan terhadap presiden lebih diperketat, dan Hak Asasi Manusia mendapat jaminan yang semakin kuat. Pengubahan Undang-undang Dasar 1945 juga memperkenalkan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Pemilihan presiden atau pilpres ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 setelah dilakukanya pemilu untuk lembaga Legislatif. Contohnya seperti UU No.32 tahun 2004. Yang mana undang-undang ini mengharuskan semua kepala daerah yang telah habis masa jabatanya harus dipilih melalui pilkada.
Dengan demikian pengubahan Undang-undang Dasar (Amandemen) yang merupakan hasil pemilu pada tahun 1999 yang dilakukan dalam 4 tahap selama 4 tahun sangat berperan dalam system politik di Indonesia.
6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

System pemerintahan Demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia ada 4 yaitu: Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila dan Demokrasi masa Reformasi. Beberapa perubahan penting yang dilakukan terhadap Undang-undang Dasar 1945 diharapkan dapat menjadi Undang-undang Dasar 1945 yang merupakan sumber hukum untuk Negara Indonesia ini dapat menghasilkan system pemerintahan yang lebih baik lagi. Dikarenakan nilai-nilai Demokrasi yang penting telah diterapkan melalui pelaksanaan peraturan perundang-undangan mulai dari Undang-undang Dasar 1945.
Pada hakekatnya Demokrasi adalah suatu kondisi yang tidak pernah terwujud secara tuntas. Tetapi dengan dilakukanya perubahan terhadap UUD 1945 tersebut, demolrasi di Indonesia telah mempunyai dasar yang kuat untuk berkembang.
B. Saran
Demokrasi Pancasila dapat dilaksanakan dengan ‘ritme’ dan hal yang sesungguhnya. Setiap saat memiliki hal yang cukup ringkas dalam pemerintahan. Karena agenda kedepan pemerintah memiliki tantangan yang jauh lebih kuas dari kemarin yaitu tantangan global, baik itu globalisasi maupun politik dunia yang semakin mendesak pemerintah. Adanya ideologi dan dasar yang kuat akan lebih mengedepankan hal yang menjadikan kita harus lebih kuat dan selektif dalam mengambil keputusan dan berkebang dengan demokrasi pancasila yang kita miliki.
7

DAFTAR PUSTAKA
• Budiarjo, Miriam.2008.Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
• http://Makalah/perkembangan/Demokrasi/diindonesia_MANIS/PAHITNEGARAKU.html
• http://id,wikipedia.org/wiki/Dwifungsi
• Elsa1307.blogspot.com/2012/03/perkembangan-demokrasi-diindonesia.html?

Perencanaan Kegiatan Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Perencanaan kegiatan memperingati
“Hari Sumpah Pemuda”

Pengampu: Drs.Marsudi

Disusun Oleh :
Rani yuliani (D1815106)
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
D3 PERPUSTAKAAN 2015
Perencanaan kegiatan memperingati
“Hari Sumpah Pemuda”

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2015, kami selaku muda-mudi Budi Bhakti Utami Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo mengadakan acara kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dengan harapan, dapat mengintropeksi diri serta melahirkan generasi muda yang cinta tanah air dan selalu menghargai jasa para pahlawanya. Masyarakat perlu mengadakan serangkaian kegiatan, salah satunya kegiatan yang positif seperti mengadakan berbagai lomba.

A. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, dan dapat melahirkan generasi muda yang bertanggung jawab dan berjiwa kompetitif. Kegiatan ini juga dapat menjadi wadah untuk mengintropeksi diri dan melahirkan generasi muda yang berjiwa kompetitif dan dapat menghargai sesama.

B. Macam-macam Kegiatan
Untuk memperlancar acara ini, kami mengadakan berbagai macam kegiatan sebagai berikut:
1. Upacara oleh Kepala Desa
2. Lomba Volly
3. Lomba Futsal
4. Lomba Pidato
5. Lomba Pelafalan Sumpah Pemuda
C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Lokasi yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sebagai berikut:
1. Upacara yang dipimpin oleh Kepala Desa akan dilaksanakan di lapangan Desa Jatisobo pada 07.30-08.00 WIB
2. Lomba volley akan dilaksanakan di lapangan Desa Jatisobo 08.10-12.00 WIB
3. Lomba futsal akan dilaksanakan di lapangan Desa Jatisobo 08.10-12.00 WIB
4. Lomba Pidato akan dilaksanakan di Balai Desa Jatisobo 09.00-12.00 WIB
5. Lomba Pelafalan Sumpah Pemuda di Balai Desa Jatisobo 10.00-12.00 WIB

D. Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan ini adalah seluruh warga Desa Jatisobo.

E. Sumber Dana
a. Kas Desa
b. Kas Muda-mudi
c. Iuran panitia

F. Rencanaan Penerimaan dan Anggaran Dana
Untuk memperlancar jalanya kegiatan ini, kami sudah merencanakan biaya sebagai berikut:
Dana pemasukan :
a. Kas Desa : Rp. 750.000,00
b. Uang kas muda-mudi : Rp. 500.000,00
c. Iuran panitia : Rp. 500.000,00

d. Jumlah : Rp. 1.750.000,00
Dana Pengeluaran :
a. Perlengkapan : Rp. 100.000,00
b. Peralatan : Rp. 100.00,00
c. Hadiah untuk peserta lomba : Rp. 950.000,00
d. Konsumsi (snack+minum) : Rp. 600.000,00

e. Jumlah : Rp. 1.750.000,00

G. Kepanitiaan
Untuk memperlancar jalanya kegiatan, kami membentuk panitia sebagai berikut ;
a. Penanggung jawab : Drs. Mardiyono
b. Pembina Olah Raga : Drs Joko Maretno
c. Ketua Panitia : Belva Hendry Lukmana
d. Wakil Ketua Panitia : Ganang Widaryanto
e. Sekertaris : Romadhoni
f. Bendahara I : Nanda
g. Bendahara II : Purbasari Praba
h. Sie Keamanan : Fajar Nugroho
i. Sie Konsumsi : Dyas Wicaksono
j. Koord Lomba Volly : Rosyad
k. Koord Lomba Futsal : Herru
l. Koord Lomba Pidato : Jajik Arga
m. Koord Lomba Pelafalan Sumpah Pemuda : Muh. Arris

Hubungan antara Forecasting(perencanaan), Perencanaan dan Pengorganisasian

Dalam hal managemen dan administrasi, perencanaan merupakan kebutuhan yang sangat penting, karena waktu tenggang untuk mengambil keputusan dapat berkisar dari beberapa tahun, beberapa hari atau beberapa jam saja. Peramalan (forecasting) ,merupakan alat bantu yang sangat penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien, dan keberhasilan dalam suatu perusahaan atau organisasi tergantung pada kedua jenis tersebut. Peramalan (Forecasting) mempunyai peranan langsung pada jenis peristiwa eksternal, sedangkan pengambilan keputusan berperan terhadap peristiwa internal organisasi atau perusahaan. Perencanaan merupakan mata rantai yang memadukan kedua hal tersebut.
Peramalan (forecasting) adalah bagian yang integral dari kegiatan pengambilan keputusan managemen. Organisasi selalu menentukan sasaran dan tujuan, berusaha menduga factor-faktor lingkungan kemudian memilih tindakan yang diharapkan akan menghasilkan pencapaian sasaran dan tujuan tersebut. Kebutuhan dan peramalan (forecasting) meningkat sejalan dengan usaha pihak managemen untuk mengurangi ketergantungan pada hal-hal yang belum pasti. Peramalan menjadi lebih ilmiah sifatnya dalam menghadapi lingkungan managemen, karena setiap bagian dari organisasi berkaitan antara yang satu dengan yang lainya.

MEMBACA KARAKTER ORANG LEWAT TULISAN TANGAN

23693261

Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology. Ambil pulpenmu dan tuliskan sesuatu yang mana yah kira-kira karaktermu?  Berikut penjelasan secara garis besarnya.

♣ Tekanan

Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.

Tekanan yang kuat:

Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Tekanan yang ringan:

Tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh

♣ Ukuran

Tulisan besar

Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.

Tulisan kecil

Orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri

♣ Kemiringan

Miring ke kanan

Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif.

Miring ke kiri

Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert). Lebih protektif  selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri.

Tegak lurus

Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan bisa menahan Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology. Ambil pulpenmu dan tuliskan sesuatu yang mana yah kira-kira karaktermu?  Berikut penjelasan secara garis besarnya.

♣ Tekanan

Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.

Tekanan yang kuat:

Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Tekanan yang ringan:

Tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh

♣ Ukuran

Tulisan besar

Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.

Tulisan kecil

Orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri

♣ Kemiringan

Miring ke kanan

Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif.

Miring ke kiri

Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert). Lebih protektif  selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri.

Tegak lurus

Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan bisa menahan perasaanya. Tidak suka diatur dan mempertimbangkan sesuatu lebih ke pikiran dari pada perasaan.

 

Dikutip dari https://chiwin.wordpress.com/membaca-karakter-orang-lewat-tulisan-tangan/

Mahasiswa Perlu Memiliki Keahlian


Kuliah itu seperti apa ya? Yang pasti kehidupan perkuliahan tentu saja jauh berbeda dengan kehidupan sewaktu SMU. Mulai dari gaya dosen menyampaikan pelajaran, menyelesaikan tugas, berpartisipasi dalam kelas dan mencari teman baru, semua adalah pengalaman baru bagi seorang pelajar yang baru memulai langkahnya sebagai seorang mahasiswa.Steven Schwartz dari The Guardian menjelaskan beberapa keahliah yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan universitas. Terkadang ada yang sudah memiliki keahlian-keahlian ini tetapi belum memiliki kesempatan untuk menunjukkannya sehingga tidak sadar dengan potensi diri sendiri. Ada juga sebagian yang sembari menjalani kehidupan universitas berkesempatan untuk mengasah keahlian tersebut. Ya, masa kuliah memang adalah masa yang tepat untuk mencari dan membentuk jati diri kita sendiri.

 

Jadi apasaja keahlian yang penting untuk dimiliki seorang mahasiswa agar dapat mencapai yang terbaik di masa kuliah?

 

1. Fleksibel

Berpikiran terbuka itu penting. Semasa kuliah, apalagi di luar negeri, tentunya kita akan melihat banyak perbedaan pendapat dan kebiasaan hidup. Itu adalah hal yang wajar, karena latar belakang yang berbeda tentu saja akan mempengaruhi cara pikir dan kebiasaan hidup seseorang. Mengganggap perbedaan itu adalah sesuatu yang salah bukanlah langkah yang tepat. Akan lebih baik memanfaatkan kesempatan unik ini untuk mengenal kebudayaan dan kebiasaan rekan-rekan mahasiswa dari negara lain dan berbaur bersama mereka. Dengan demikian Anda telah memiliki salah satu kriteria yang diminati perusahaan.

Baca juga: Persahabatan internasional itu membuka mata

 

2. Tahan Banting

Mungkin sebagian mahasiswa menghadapi kesulitas pada awal kuliah. Tetapi jangan cepat menyerah. Wajar saja menghadapi culture shock, homesick, panik tidak bisa mengikuti pelajaran dan lainnya. Tenanglah, universitas luar negeri selalu menyediakan layanan dukungan bagi mahasiswa internasional. Mulai dari tempat berkonsultasi hingga pembimbing untuk membantu mahasiswa mengikuti pelajaran. Jadi sewaktu menemukan masalah, berbicaralah dan carilah bantuan. Setelah itu mungkin Anda akan merasakan, sebenarnya masalah ini tidak sebesar yang saya kira.

Baca juga: 5 hal tak terduga di tahun pertama kuliah

 

3. Bisa menyesuaikan diri

Semakin kita dewasa, menyesuaikan diri dengan keadaan sangatlah penting. Semasa anak-anak, mungkin orang sekitar kita masih memberikan pengertian dan mengalah. Akan tetapi hal ini tidak berlaku semasa kuliah. Misalnya Anda takut untuk berpresentasi di depan umum. Dosen mungkin akan mengerti, tapi untuk mendapatkan nilai, Anda tetap harus berpresentasi dengan baik. Solusinya adalah datangi pusat dukungan mahasiswa di universitas. Disana mereka akan memberikan masukan dan melatih Anda. Salah satu pembimbing disana mungkin adalah senior Anda yang juga dulunya memiliki rasa tidak percaya diri untuk berbicara di tempat umum. Masa kuliah adalah saat untuk keluar dari zona nyaman. Selalu jangan takut untuk membicarakan masalah yang dihadapi dan meminta bantuan. Pusat dukungan mahasiswa ada karena universitas mengerti wajar saja mahasiswa baru menghadapi ketidaknyamanan dengan kehidupan baru mereka. Yang penting, mahasiswa mau berusaha untuk mencari solusi.

 

4. Menjadi anggota kelompok yang baik

Sewaktu kuliah banyak sekali tugas yang harus diselesaikan secara berkelompok. Bukan karena tugas ini tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi dosen memang ingin melatih kemampuan bekerja kelompok mahasiswa, dimana mereka bisa membagi tugas, menyelesaikan tanggung jawab, dan lagi yang paling penting adalah belajar untuk fleksibel dan bisa mengatasi perbedaan yang ada antara anggota kelompok. Kerja kelompok ini juga merupakan kesempatan baik untuk lebih mendekatkan mahasiswa dengan satu sama lain.

 

5. Melek Teknologi

Universitas penuh dengan fasilitas TI yang canggih. Karena teknologi memang mempermudah hidup masyarakat jaman sekarang. Jadi sebaiknya mengikuti perkembangan jaman. Paling tidak pastikan Anda mengetahui software, aplikasi atau gadget yang sedang nge-tren di kalangan mahasiswa atau di bidang yang relevan dengan studi Anda.

 

6. Bisa membaca situasi

Orang bijaksana bisa membaca situasi, sehingga mereka bisa mengajar atau bahkan memimpin. Sedangkan orang yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi hanya bisa mengikuti. Kemampuan ini akan sangat berharga pada saat memasuki dunia yang sesungguhnya: dunia kerja, dimana atasan atau orang di sekitar kita tidak akan memberitahukan dengan jelas apa yang sebaiknya kita lakukan. Jadi harus pintar-pintar baca situasi.

 

7. Belajar tanpa batas

Sewaktu kuliah nilai tentunya penting. Akan tetapi yang dimaksud dengan belajar disini bukan hanya sekedar ilmu tetapi juga keahlian-keahlian interpersonal lain. Ilmu itu tiada batas, begitu juga dengan dunia yang kita tempati sekarang. Perubahan selalu ada, sehingga kita harus tetap awas dan belajar supaya tidak ketinggalan.

 

8. Memanfaatkan kesempatan yang ada

Bagi sebagian orang, yang penting sewaktu kuliah adalah mengejar nilai, sehingga bisa mendapatkan sertifikat dengan nilai yang bagus. Tetapi ada juga juga orang yang memanfaatkan masa kuliah untuk mencari teman, menikmati kehidupan sosial sebagai seorang mahasiswa. Sebagian lagi mengerti kuliah adalah persiapan memasuki dunia kerja, sehingga memanfaatkan waktu ini dengan baik untuk membangun koneksi, baik dengan dosen, atau dengan atasan sewaktu magang, sehingga nantinya lebih gampang menemukan pekerjaan. Termasuk yang manakah Anda?

Dikutip dari http://www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/before-you-leave/8-keahlian-yang-perlu-dimiliki-seorang-mahasiswa/

Trik Jitu Cara Belajar yang Efektif dan Efisien

Belajar pagi para siswa adalah sebuah kewajiban, kewajiban yang melekat pada predikat yang disandangnya yaitu : Pelajar. Pelajar = belajar, Pelajar yang baik ya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan atau ketrampilannya. Belajar yang baik seharusnya belajar yang dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Belajar yang berkualitas bagi seorang pelajar adalah belajar yang efektif dan efisien.   Belajar  yang tidak bermutu sama dengan buang-buang energi. Buang-buang energi setali tiga uang dengan menyia-nyiakan umur. Kalau usia muda hilang karena kesia-siaan maka tidak akan dapat diambil kembali.

Bagaimana  cara belajar yang efektif dan efisien itu?
Berikut 10 Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif dan Efisien  yang dapat kalian praktikkan,

  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat
  2. Tentukan tujuan belajar, belajar untuk apa, untuk mencapai apa, untuk menguasai apa atau untuk tujuan apa? menentukan tujuan belajar akan membuat belajarmu bisa lurus di jalurnya dan tidak menggak-menggok
  3. Tentukan target hidup yang ingin dicapai dari hasil belajar, misalnya nilai ulangan tinggi, nilai raport memuaskan atau lulus dengan prestasi. menentukan target hidup akan memberi motivasi agar belajar terus bersemangat. bila perlu tuliskan target hidup kalian sebagai cita-cita dan tempelkan di tempat yang bisa kalian lihat setiap hari.
  4. Buatlah jadwal belajar dan taati jadwal itu. Buatlah jadwal jam berapa saja kalian harus belajar dan berapa lama kalian belajar. Belajar yang terjadwal akan menjadi pedoman harian bagi kalian untuk tetap belajar setiap hari tanpa absen, berikan sanksi diri jika kalian melanggarnya, misalnya dengan menggantinya di jam yang lain hari itu dengan durasi yang sama persis dan ditambah menghafal lima suku kata bahasa Inggris dan lain-lain. Ingat : singkat OK  tapi rutin, jangan SKSan. Belajar singkat tapi rutin jauh lebih baik dari sistem kebut semalam,
  5. Istirahatlah, berikan rehat bagi diri kalian sendiri dari aktifitas belajar, misalnya setelah belajar selama satu jam istirahatlah selama 5 sampai 10 menit dengan kegiatan santai yang kalian sukai, sekedar minum atau jalan-jalan sebentar
  6. Tuliskan dan tandai, tuliskan hal-hal penting dari yang dipelajari dari buku sumber belajar dalam buku catatan, buatlah ringkasan atau kata-kata kunci, kalau perlu buat jembatan keledai agar mudah diingat. Tandai bagian yang penting dari buku sumber dengan tanda-tanda yang menarik dan mudah dilihat, kalau buku itu milik sendiri bisa menggunakan stabilo atau pensil warna, kalau ingin buku tetap bersih bisa menggunakan potongan kertas warna-warni yang diselipkan di halaman buku yang diinginkan
  7. Kondisikan dan nikmati, kondisikan ruang belajar kamu agar nyaman untuk belajar, atur sedemikian rupa sehingga meja, kursi, rak buku, dan lampu pada posisi yang pas untuk mendukung kenyamanan belajar, berikan hiasan yang membuat kamu nyaman dan senang berada disana, bermainlah dengan warna-warna yang cerah dan lembut untuk cat tembok dan furniture, kalau memungkinkan berilah tanaman hijau dalam pot yang cocok untuk indoor agar suasana segar dapat kau rasakan, setelah itu nikmati
  8. Jauhkan semua gangguan, kalau tidak bisa, maka kalian yang harus menjauhinya, misalnya televisi, yang terbaik terkait dengan televisi ini adalah adanya kesepakatan seluruh anggota keluarga yaitu dengan tidak menghidupkan televisi pada jam-jam belajar
  9. Kenali tipe belajarmu, kalau kamu suka belajar dengan simbol, gambar dan visualisasi maka belajarlah yang melibatkan hal-hal visual yang akan membuatmu tertarik, misalnya dengan memperhatikan gambar-gambar pada buku sumber kemudian menelaah penjelasannya, gunakan ilustrasi dan warna yang bervariasi dalam buku catatanmu agar selalu berminat untuk mempelarinya. Kalau kamu suka belajar dengan mendengarkan suara kamu bisa membaca sambil bersuara, atau sambil mendengarkan suara lain yang kamu sukai
  10. Baca, baca, dan baca, jangan bosan jangan malas untuk membaca dan terus giat membaca, karena membaca menjadi pintu masuk pengetahuan dan wawasan yang merupakan tahapan belajar dasar, semua sumber belajar sekarang ini kebanyakan berbasis teks, jadi jangan malas untuk membaca, kalau ada waktu luang diluar jadwal belajarmu gunakan untuk membaca agar wawasanmu makin luas dan pengetahuanmu terus bertambah.

Dikutip dari http://www.gussmart.com/2015/01/10-trik-jitu-cara-belajar-berkualitas.html

cantik cantik cantik ……..

Memutihkan wajah merupakan dambaan banyak wanita. Memang memiliki wajah putih membuat orang lebih percaya diri. Memutihkan wajah merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Allah yang telah memberikan nikmatnya kepada kita. Banyak dari kita yang lebih memilih cara memutihkan wajah dengan cepat bias melalui suntik putih atau obat-obatan lainya. Namun,selain harganya yang cukup mahal, hasilnyapun kadang tidak memuaskan. Bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Saat ini banyak bnayak wanita yang beralih ke produk berbahan alami dan herbal untuk memutihkan wajah. Namun bagi sistaa yang memilih cara alami memutihkan wajah dengan biaya yang murah dan aman untuk digunakan, maka berikut adalah cara memutihkan wajah secara alami yang bias dilakukan dirumah. Yukkkk simak yaaa sistahhh……chek dish out gengg!!!

1. Jeruk Nipis

Di dalam jeruk nipis terdapat kandungan antioksidan yang baik untuk wajah lhoo .Jeruk nipis juga berfungsi untuk mengecilkan pori-pori wajah. Cara memakainya adalah dengan menyiapkan satu buah jeruk nipis dan juga satu butir telur ayam. Jeruk nipis diperas kemudian air perasannya dicampur dengan putih telur. Lulurkan campuran tadi kewajah sistaa secara merata. Diamkan kira-kira kurang lebih selama 20 menitan kemudian cuci wajah sistaa menggunakan air hangat.
2. Tomat

Sistaa bisa mencoba memutihkan wajah menggunakan tomat. Bagaimana caranya yaaaaa????? Caranya cukup mudah kok sistaa haluskan tomat dengan blender dengan sedikit mencampurkan jeruk nipis. Gunakan cara ini pada malam hari menjelang tidur. Bersihkan dahulu wajah lalu keringkan dengan handuk. Berikutnya oleskan hasil blender tomat tersebut secara merata kewajah dan disekitar leher, diamkan kurang lebih selama 10 meni, lalu bersihkan dengan air bersih, cukuo air dingin tidak perlu air hangat. Lakukan cara ini secara teratur tiap malam.
3. Lidah Buaya

Lidah buaya tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan rambut, tetapi juga berguna untuk kelembaban dan kebersihan wajah. Caranya cukup mudah, potong batang lidah buaya lalu oleskan lendirnya secara merata diwajah sistaaa. Diamkan selam 5-10 menit lalu bilas dengan air bersih. Dan kamu bias melakukan ini setiap pagi dan sore hari secara rutin yaaa sistaaa…
4. Susu

Susu adalah sumber yang kaya akan kalsium. Selain kalsium susu juga memiliki fungsi penting dalam mengatur warna kulit kita. Susu bekerja merangsang melanosit, sel-sel kulit yang menghasilkan pigmen melanin. Mengkonsumsi susu membantu mempertahankan hilangmya kelembapan pada kulit. Ini mencegah kulit kering yang mempengaruhi warna kulit mejadi gelap. Susu juga mengandung asam laktat yang mengurangi pigmentasi kulit yang membuat kulit lebih ringan. Caranya: siapkan susu sapi atau kambing (hangat/tidak panas) 1 mangkuk dan lap bersih. Rendam kain lap kedalam susu. Ambil kain lap dan peras, gosokan kain secara lembut pada kulit. Celupkan lagi dan gosok lembut, ulang proses ini 4-5 kali. Jikaa sistaa konsistenn maka hasilnya dapat dilihat beberapa minggu.

Itulah beberapa cara memutihkan wajah secara alami yang bisaa dicoba sendiri dirumah, pilihlah yang sekiranya cocok dengan wajah sistaaa dan lakukan secara rutin yaaa, karena tidak ada hasil bila dilakukan hanya sesekali saja lhoo sistaa…. Hehehhe,,,,salamm cantikk sistaaaa